Maret 21, 2016 § Tinggalkan komentar

Nenek moyang kita pemakan daging (pemburu). Manusia mulai hidup di jaman paleolithic 200 ribu tahun yang lalu, pertanian (gandum, jagung, nasi) itu hanya dimulai 10 ribu tahun yang lalu.

Tuhan meminta kita berkurban minimal setahun sekali supaya orang miskin juga makan daging minimal setahun sekali. Kita kalau mampu makan daging lebih sering dan memberi lebih banyak.

Daging bergizi tinggi, bernutrisi lengkap, kita butuh daging untuk mendapatkan vitamin B12, cq10 dan memproses vitamin A, D, E, K2 serta mengandung Lemak Esensial dan asam amino (Protein) Esensial yang tidak ada di tumbuhan manapun.

Tanpa makan daging manusia akan malnutrisi bisa mati. Tapi karbohidrat tidak ada yang esensial, manusia tidak akan mati kalau tidak makan nasi. Manusia sejak jaman pertanian ukuran tubuhnya menyusut karena kekurangan vitamin dan mineral akibat anti nutrient (gluten, phytate, lectin, asam oksalat) dalam gandum, tepung, dll.

Manusia jaman bahela badannya besar, kuat, giginya sehat. Mati hanya karena kecelakaan, dimangsa atau perang atau sakit infeksi (belum ada antibiotik). Manusia modern yang kebanyakan makan karbohidrat, ngemil, membuat gula darah dan insulin tinggi.

Insulin adalah hormon darurat yang keluar kalau gula darah tinggi. Gula darah kalau dibiarkan tinggi orang bisa mati. Makanya insulin keluar untuk menurunkan gula darah dan menyimpannya sebagai lemak.

Tapi lalu insulin ini juga menimbulkan inflamasi, kanker (tumor yang sumber energinya juga dari gula), diabetes, jantung, stroke, alzheimer, dan banyak penyakit manusia modern yang tidak ditemukan di suku2 pemakan daging (intuit Eskimo, masai Afrika, highlanders)

Manusia sehat dan normal itu sebaiknya menjaga insulin tetap rendah sehingga mampu membakar lemak bukan menyimpannya terus-terusan.

Mari kita belajar bersama, belajar lebih banyak, belajar lebih dalam. Jangan men-judge orang lain kurang bersyukur hanya karena tidak makan nasi (nenek moyang saya pelaut, makannya daging ikan) #prodaging – with Feny, Teguh, dewimorrow, Najwa, and Aldri

View on Path

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading at Reza Wahyu Personal Site.

meta

%d blogger menyukai ini: